Bawaslu Mesuji Tekankan Pentingnya Pendidikan Politik Saat Kampanye
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menegaskan bahwa kampanye Pemilu harus menjadi sarana pendidikan politik bagi masyarakat, bukan sekadar ajang mencari suara. Penekanan ini disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., dalam kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Mesuji Timur, Selasa (22/10).
Menurut Deden, kampanye yang berkualitas tidak hanya diukur dari seberapa luas jangkauan kegiatan peserta Pemilu, tetapi dari seberapa besar kontribusinya dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat. “Kampanye seharusnya menjadi ruang edukasi politik yang sehat. Peserta Pemilu mesti menyampaikan visi, misi, dan program kerja secara jelas agar pemilih memahami arah pembangunan yang ditawarkan,” ujar Deden.
Ia menegaskan bahwa pendidikan politik sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh politik uang, isu SARA, maupun disinformasi. “Bawaslu berperan tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai bagian dari proses pendidikan politik masyarakat agar Pemilu berjalan demokratis dan bermartabat,” tambahnya.
Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, juga menyoroti perlunya kolaborasi antara peserta Pemilu dan masyarakat dalam menciptakan kampanye yang edukatif. “Kami mendorong agar peserta Pemilu mengedepankan politik gagasan dan menyampaikan program kerja yang realistis. Dengan begitu, masyarakat bisa menilai calon berdasarkan kualitas, bukan popularitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Robby Ruyudha, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, menambahkan bahwa Bawaslu membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan kampanye. “Masyarakat dapat melaporkan segala bentuk pelanggaran yang ditemukan di lapangan. Laporan tersebut akan kami tindaklanjuti secara profesional dan transparan,” jelas Robby.
Melalui pendekatan edukatif dalam kampanye, Bawaslu Mesuji berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menciptakan suasana Pemilu yang damai, cerdas, dan berintegritas. “Pendidikan politik adalah investasi jangka panjang bagi demokrasi kita. Kampanye yang mendidik akan melahirkan pemilih yang rasional dan pemimpin yang berkom