Wahyu Eko: Komunikasi Politik Harus Berbasis Fakta
|
Mesuji – Dalam menjaga kualitas demokrasi dan menciptakan ruang politik yang sehat, komunikasi politik harus didasarkan pada kebenaran dan data yang akurat. Hal ini disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, yang menegaskan pentingnya komunikasi politik yang berbasis fakta agar masyarakat tidak terjebak dalam disinformasi maupun ujaran kebencian.
“Komunikasi politik yang sehat harus berbasis pada fakta, bukan opini yang menyesatkan. Masyarakat berhak mendapatkan informasi politik yang benar agar dapat menentukan pilihan secara rasional,” ujar Wahyu, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Mesuji.
Menurutnya, politik yang bermartabat hanya bisa terwujud apabila setiap aktor politik menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab dalam menyampaikan pesan kepada publik. “Setiap kata dan pernyataan politik memiliki dampak sosial. Karena itu, keakuratan data dan kebenaran informasi adalah hal yang wajib dijaga,” tambahnya.
Wahyu juga mengingatkan agar seluruh pihak, terutama peserta pemilu dan tim kampanye, berhati-hati dalam menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi politik. Ia menilai bahwa penyebaran berita bohong dan kampanye hitam merupakan bentuk pelanggaran etika yang dapat menimbulkan konflik dan menurunkan kepercayaan publik. “Media sosial seharusnya menjadi ruang edukasi politik, bukan alat untuk menyebar kebencian,” tegasnya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., turut menegaskan bahwa komunikasi politik yang berlandaskan kebenaran merupakan salah satu indikator kedewasaan demokrasi. “Politik yang sehat adalah politik yang mendidik. Fakta harus menjadi dasar utama dalam setiap pernyataan politik agar masyarakat dapat berpikir objektif dan tidak mudah terprovokasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Mesuji Robby Ruyudha menambahkan bahwa komunikasi politik berbasis fakta juga merupakan bentuk pencegahan terhadap potensi pelanggaran pemilu. “Ketika pesan politik disampaikan dengan data yang benar, maka ruang publik menjadi lebih jernih, dan proses demokrasi berjalan secara bermartabat,” ujarnya.
Bawaslu Mesuji berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat serta peserta pemilu mengenai pentingnya komunikasi politik yang bertanggung jawab. Melalui sosialisasi, literasi digital, dan pengawasan partisipatif, Bawaslu berharap nilai kejujuran dan integritas dapat menjadi landasan utama dalam setiap komunikasi politik di Kabupaten Mesuji.