Sinergi MK dan Bawaslu Wujudkan Hasil Pemilu yang Legitim
|
Mesuji – Mahkamah Konstitusi (MK) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memiliki peran strategis dan saling melengkapi dalam menjaga legitimasi hasil Pemilihan Umum (Pemilu). Sinergi kedua lembaga ini menjadi fondasi penting bagi terwujudnya proses demokrasi yang jujur, adil, serta berintegritas.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I, menegaskan bahwa koordinasi antara MK dan Bawaslu merupakan wujud konkret dari kerja sama antarlembaga negara dalam memastikan kedaulatan rakyat benar-benar terwujud melalui mekanisme konstitusional. “Bawaslu bertugas mengawasi jalannya proses pemilu, sementara MK berperan menyelesaikan perselisihan hasilnya. Kolaborasi ini menjamin setiap suara rakyat terlindungi dari potensi pelanggaran,” ujarnya.
Deden menambahkan, Bawaslu Mesuji siap memberikan dukungan data, laporan pengawasan, serta rekomendasi hukum apabila dibutuhkan dalam proses persidangan di MK. “Data hasil pengawasan menjadi bukti penting bagi hakim konstitusi dalam menilai ada tidaknya pelanggaran yang berdampak terhadap hasil pemilu,” jelasnya.
Sementara itu, Wahyu Eko Prasetiyo, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, menyebutkan bahwa kerja sama yang kuat antara Bawaslu dan MK turut memperkuat kepercayaan publik terhadap hasil pemilu. “Ketika lembaga pengawas dan lembaga peradilan bekerja secara profesional dan terbuka, masyarakat akan yakin bahwa hasil pemilu benar-benar sah dan legitimate,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Robby Ruyudha, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, menekankan bahwa sinergi kelembagaan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas politik pasca pemilu. “Putusan MK harus dihormati, dan Bawaslu berkomitmen mengawal pelaksanaan hasilnya di lapangan. Inilah bentuk kedewasaan berdemokrasi yang sesungguhnya,” tuturnya.
Melalui sinergi yang solid antara MK dan Bawaslu, proses penyelenggaraan hingga penetapan hasil pemilu dapat berlangsung secara konstitusional, transparan, dan berkeadilan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa demokrasi Indonesia terus berkembang menuju sistem yang semakin matang dan bertanggung jawab.