Lompat ke isi utama

Berita

Robby Ruyudha: Pengawasan Ketat untuk Cegah Pelanggaran di TPS

Robby Ruyudha: Pengawasan Ketat untuk Cegah Pelanggaran di TPS

Mesuji – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji memastikan pelaksanaan pemilu 2029 akan diawasi secara ketat hingga ke tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi pelanggaran dan menjamin proses demokrasi berjalan jujur, adil, serta berintegritas.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Mesuji, Robby Ruyudha, menegaskan bahwa pengawasan di TPS menjadi garda terdepan dalam menjaga kemurnian suara rakyat. “Kami memperkuat sistem pengawasan dengan menyiapkan pengawas yang kompeten dan memahami aturan pemilu secara menyeluruh. Pengawasan ketat di TPS menjadi kunci untuk mencegah pelanggaran sejak dini,” ujarnya.

Menurut Robby, Bawaslu Mesuji telah menyiapkan strategi pengawasan berlapis dengan melibatkan jajaran Panwaslu Kecamatan, pengawas kelurahan/desa, hingga pengawas TPS. “Setiap pengawas wajib bekerja secara profesional dan netral. Kami tidak ingin ada tindakan yang mencederai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan pada saat pemungutan dan penghitungan suara, tetapi juga pada seluruh tahapan menjelang hari pemungutan suara. “Mulai dari distribusi logistik, pengaturan TPS, hingga proses rekapitulasi, semua menjadi fokus pengawasan Bawaslu. Kami ingin memastikan tidak ada celah terjadinya pelanggaran,” tambahnya.

Ketua Bawaslu Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., mendukung penuh langkah pengawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengawas di lapangan harus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan berpegang pada aturan. “Kehadiran pengawas di TPS adalah untuk memastikan proses berjalan sesuai regulasi. Tidak boleh ada keberpihakan ataupun intervensi terhadap jalannya pemungutan suara,” tegasnya.

Sementara itu, Wahyu Eko Prasetiyo, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, menambahkan bahwa partisipasi publik juga menjadi bagian penting dalam pengawasan. “Kami mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan bila menemukan dugaan pelanggaran. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” ujarnya.

Dengan pengawasan ketat dan kolaborasi antara pengawas serta masyarakat, Bawaslu Mesuji optimis pelaksanaan pemilu 2029 dapat berlangsung damai, transparan, dan mencerminkan kehendak rakyat secara murni.