Lompat ke isi utama

Berita

Robby Ruyudha: Komunikasi Etis Cegah Konflik Politik

Robby Ruyudha: Komunikasi Etis Cegah Konflik Politik

Mesuji – Komunikasi politik yang etis menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan kehidupan demokrasi. Hal ini disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Mesuji, Robby Ruyudha, yang menekankan bahwa komunikasi yang santun, jujur, dan beretika mampu mencegah timbulnya konflik politik di tengah masyarakat.

“Komunikasi politik yang etis bukan hanya soal tata bahasa yang baik, tetapi juga tentang niat untuk membangun dan menghargai perbedaan. Ketika pesan politik disampaikan dengan santun dan bertanggung jawab, maka potensi gesekan dan konflik dapat dihindari,” ujar Robby, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa.

Robby menjelaskan bahwa di era keterbukaan informasi seperti sekarang, komunikasi politik memiliki dampak besar terhadap pembentukan opini publik. Karena itu, setiap aktor politik harus berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, baik di ruang publik maupun di media sosial. “Bahasa politik yang kasar dan provokatif sering menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, komunikasi yang etis akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa komunikasi politik yang baik dapat menjadi alat pencegahan terhadap pelanggaran pemilu. “Banyak pelanggaran dan sengketa bermula dari cara berkomunikasi yang tidak beretika. Dengan menanamkan nilai kesantunan dan kebenaran dalam setiap pernyataan politik, kita dapat menciptakan pemilu yang damai dan bermartabat,” tegas Robby.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., mendukung pandangan tersebut dengan menegaskan bahwa etika merupakan ruh dari setiap proses demokrasi. “Politik tanpa etika ibarat kapal tanpa arah. Etika komunikasi menjadi pedoman agar setiap pesan politik tetap berada di jalur kebenaran dan kemaslahatan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Mesuji Wahyu Eko Prasetiyo menambahkan bahwa komunikasi politik yang etis juga menjadi bagian dari upaya pendidikan politik bagi masyarakat. “Ketika masyarakat melihat komunikasi politik yang santun dan jujur, mereka akan meneladani nilai-nilai itu dalam berpartisipasi di pemilu,” katanya.

Bawaslu Mesuji berkomitmen untuk terus mengawal nilai-nilai etika dalam komunikasi politik melalui kegiatan pencegahan, edukasi publik, dan pengawasan terhadap potensi pelanggaran di ruang digital maupun lapangan. Dengan komunikasi yang etis dan bermoral, diharapkan seluruh proses politik di Kabupaten Mesuji dapat berjalan damai, adil, dan berintegritas.