Refleksi Hari Ibu ke-97: Momentum Perkuat Peran Perempuan dalam Pengawasan Demokrasi
|
MESUJI (22/12/2025) – Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2025 menjadi momentum penting bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji untuk kembali mengingatkan publik akan esensi sejarah pergerakan perempuan Indonesia. Lebih dari sekadar perayaan domestik, Hari Ibu di Indonesia sejatinya adalah peringatan akan kebangkitan persatuan dan kesatuan kaum perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan serta perbaikan nasib bangsa.
Dalam konteks demokrasi modern, semangat Kongres Perempuan Indonesia I tahun 1928 tersebut sangat relevan untuk ditransformasikan menjadi partisipasi aktif perempuan dalam pengawasan pemilu. Perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pemilih (voter), tetapi juga sebagai penggerak pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Keterlibatan perempuan dalam politik dan pengawasan pemilu merupakan indikator kesehatan demokrasi. Suara dan perspektif perempuan sangat dibutuhkan untuk memastikan kebijakan publik yang inklusif dan berkeadilan. Ketika perempuan berdaya dan sadar akan hak-hak politiknya, potensi pelanggaran pemilu seperti politik uang, intimidasi, dan manipulasi data dapat diminimalisir melalui pengawasan yang dimulai dari lingkungan keluarga dan komunitas terdekat.
Bawaslu Kabupaten Mesuji mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan di Kabupaten Mesuji, untuk mengambil peran aktif dalam mengawal proses demokrasi. "Perempuan Berdaya, Indonesia Maju" bukan sekadar slogan, melainkan panggilan aksi agar perempuan berani melapor jika melihat pelanggaran, berani menolak politik transaksional, dan berani menjadi bagian dari penyelenggara maupun pengawas pemilu.
Melalui peringatan ke-97 tahun ini, diharapkan kesadaran politik perempuan semakin meningkat, sehingga tercipta iklim demokrasi yang tidak hanya prosedural, tetapi juga substansial dan bermartabat.