Lompat ke isi utama

Berita

Pelanggaran Kampanye Masih Terjadi, Bawaslu Mesuji Lakukan Evaluasi

Pelanggaran Kampanye Masih Terjadi, Bawaslu Mesuji Lakukan Evaluasi

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kampanye setelah masih ditemukannya sejumlah pelanggaran dalam tahapan pemilu terakhir. Evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat strategi pencegahan dan memastikan pelaksanaan kampanye ke depan berlangsung lebih tertib, adil, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menjelaskan bahwa meskipun jumlah pelanggaran kampanye mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, beberapa jenis pelanggaran masih terus berulang.

“Secara umum tingkat kepatuhan peserta pemilu sudah meningkat, namun masih ada pelanggaran yang ditemukan, seperti pemasangan alat peraga kampanye di lokasi terlarang, pelibatan aparatur desa, serta penyebaran materi kampanye di media sosial tanpa memperhatikan etika dan aturan,” ujar Deden.

Dari hasil pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Mesuji, tercatat bahwa pelanggaran paling banyak terjadi dalam bentuk pelanggaran administrasi dan pelanggaran etika kampanye. Sementara itu, pelanggaran yang bersifat pidana pemilu relatif menurun karena adanya peningkatan kesadaran peserta dan pengawasan yang lebih ketat di tingkat kecamatan.

Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, menegaskan bahwa evaluasi ini menjadi bagian penting dari siklus pengawasan agar pelanggaran serupa tidak kembali terulang. “Kami telah melakukan rapat evaluasi internal dan koordinasi dengan stakeholder terkait. Fokus kami adalah memperkuat pendidikan politik dan pengawasan partisipatif masyarakat agar setiap tahapan kampanye berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

Sementara itu, Robby Ruyudha menambahkan bahwa pelibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam pengawasan kampanye. “Kami mendorong masyarakat agar aktif melaporkan dugaan pelanggaran kampanye melalui kanal resmi Bawaslu. Pengawasan partisipatif ini sangat membantu kami dalam menindaklanjuti laporan secara cepat dan tepat,” ungkapnya.

Bawaslu Mesuji menegaskan bahwa evaluasi ini tidak hanya bertujuan untuk menyoroti kekurangan, tetapi juga untuk memperkuat kolaborasi antar pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, dan peserta pemilu. Harapannya, pelaksanaan kampanye pada pemilu berikutnya dapat mencerminkan semangat demokrasi yang bersih, jujur, dan berintegritas.