Literasi Digital Jadi Benteng Hadapi Disinformasi Politik
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menegaskan bahwa literasi politik dan literasi digital menjadi kunci utama dalam mencegah polarisasi masyarakat menjelang Pemilu. Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk memperkuat kedewasaan berdemokrasi serta menjaga ruang publik, baik luring maupun daring, agar tetap sehat, terbuka, dan beretika.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menjelaskan bahwa rendahnya literasi politik dan digital sering menjadi akar munculnya polarisasi di masyarakat. “Kurangnya pemahaman tentang proses politik dan mudahnya masyarakat terpengaruh informasi menyesatkan di media sosial dapat memperuncing perbedaan. Karena itu, literasi politik dan digital harus ditingkatkan agar masyarakat mampu berpikir kritis dan menilai informasi secara objektif,” ujarnya.
Menurut Deden, Bawaslu Mesuji mendorong agar pendidikan politik tidak hanya difokuskan pada pemahaman teknis Pemilu, tetapi juga pada pembentukan karakter politik yang santun dan rasional. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa politik bukan tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan bagaimana menjaga nilai-nilai demokrasi dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan,” tambahnya.
Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, menuturkan bahwa literasi digital menjadi benteng utama menghadapi tantangan informasi di era kampanye daring. “Kami mengajak masyarakat untuk cerdas bermedia sosial, tidak mudah menyebarkan konten provokatif atau hoaks politik. Literasi digital yang kuat akan membantu menciptakan ruang demokrasi yang bersih dan damai,” katanya.
Sementara itu, Robby Ruyudha menegaskan bahwa pengawasan Pemilu tidak bisa dilakukan oleh Bawaslu semata, tetapi memerlukan partisipasi aktif masyarakat. “Dengan literasi politik dan digital yang baik, masyarakat dapat ikut menjadi pengawas partisipatif, melaporkan pelanggaran, dan turut menjaga kondusivitas daerah. Sinergi inilah yang akan memperkuat kualitas demokrasi di Mesuji,” ujarnya.
Bawaslu Mesuji berkomitmen untuk terus menggencarkan program pendidikan politik dan pelatihan literasi digital bagi berbagai kelompok masyarakat. Dengan masyarakat yang melek politik dan informasi, diharapkan Pemilu di Kabupaten Mesuji dapat berlangsung damai, inklusif, dan bebas dari polarisasi.