Kampanye Berbasis Program Cermin Demokrasi Sehat di Mesuji
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menegaskan pentingnya pelaksanaan kampanye yang berorientasi pada program dan gagasan sebagai cerminan demokrasi yang sehat dan bermartabat. Melalui kampanye berbasis program, peserta Pemilu diharapkan dapat memberikan pendidikan politik yang konstruktif kepada masyarakat serta mendorong terbentuknya pemilih rasional yang memilih berdasarkan visi dan solusi, bukan emosi atau popularitas semata.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menyampaikan bahwa kampanye yang sehat harus diisi dengan adu gagasan yang membangun, bukan saling menjatuhkan. Menurutnya, kampanye berbasis program menunjukkan kedewasaan politik peserta Pemilu dan menjadi indikator kualitas demokrasi di daerah.
“Kampanye yang baik adalah kampanye yang menyampaikan program kerja yang nyata dan terukur. Dari situ masyarakat bisa menilai calon pemimpin berdasarkan visi dan rencana kerjanya, bukan dari janji kosong atau serangan terhadap lawan politik,” ujar Deden.
Ia menambahkan, Bawaslu Mesuji terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan kampanye agar tetap berjalan sesuai dengan prinsip kejujuran, keadilan, dan etika politik. “Kami mengawasi tidak hanya bentuk kegiatan kampanye, tetapi juga isi materi yang disampaikan. Jangan sampai kampanye justru menyesatkan publik atau menyulut konflik,” tegasnya.
Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, menilai bahwa kampanye berbasis program juga berfungsi sebagai sarana pendidikan politik bagi pemilih. “Ketika peserta Pemilu menawarkan gagasan yang jelas, masyarakat mendapatkan pengetahuan politik yang mencerahkan. Inilah wujud nyata demokrasi yang sehat dan partisipatif,” ujarnya.
Sementara itu, Robby Ruyudha, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, menegaskan bahwa Bawaslu siap menindak pelanggaran yang terjadi dalam masa kampanye, terutama jika ada upaya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, atau politik uang. “Kami mendorong semua pihak untuk menjaga marwah demokrasi dengan menjauhi praktik curang. Kampanye yang beretika adalah fondasi bagi Pemilu yang berintegritas,” tutupnya.
Bawaslu Mesuji berharap seluruh peserta Pemilu di Kabupaten Mesuji dapat menjadikan kampanye sebagai ruang adu ide dan solusi, bukan arena konflik dan provokasi. Dengan menjunjung tinggi etika dan integritas, kampanye berbasis program diyakini mampu memperkuat demokrasi yang sehat dan bermartabat di Mesuji.