Lompat ke isi utama

Berita

Dari Konten Berbayar hingga Hoaks, Bawaslu Mesuji Ingatkan Kewaspadaan Publik

Dari Konten Berbayar hingga Hoaks, Bawaslu Mesuji Ingatkan Kewaspadaan Publik

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk informasi politik yang beredar selama masa kampanye, baik berupa konten berbayar maupun berita bohong (hoaks). Peringatan ini disampaikan untuk mencegah terjadinya manipulasi informasi yang dapat memengaruhi persepsi publik dan mencederai proses demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., mengatakan bahwa pola kampanye pada pemilu modern kini banyak memanfaatkan ruang digital, termasuk melalui konten berbayar atau sponsored content yang kerap tidak memiliki identitas jelas. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu berhati-hati karena sebagian konten tersebut bisa mengandung pesan politik terselubung.

“Konten berbayar yang tidak transparan sering digunakan untuk membangun citra atau menggiring opini politik secara halus. Sementara hoaks digunakan untuk menjatuhkan pihak tertentu. Keduanya sangat berbahaya jika masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk menyaring dan memverifikasi informasi,” ujar Deden.

Menurutnya, Bawaslu Mesuji terus memperkuat kegiatan edukasi dan literasi digital guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengenali dan menolak informasi yang tidak akurat. “Kami ingin masyarakat menjadi pengguna media yang cerdas dan bertanggung jawab. Jangan mudah percaya, apalagi ikut menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya,” tegasnya.

Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, menambahkan bahwa keberadaan konten berbayar dan hoaks di media sosial menjadi tantangan serius bagi pengawasan pemilu. “Pelanggaran kini tidak hanya terjadi di lapangan, tapi juga di dunia maya. Karena itu, masyarakat perlu lebih aktif melaporkan temuan dugaan pelanggaran digital kepada Bawaslu,” ujarnya.

Sementara itu, Robby Ruyudha menegaskan bahwa Bawaslu Mesuji terus memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum, media, dan lembaga pendidikan dalam memantau serta menindaklanjuti temuan pelanggaran informasi. “Kami tidak hanya fokus pada pengawasan, tetapi juga membangun ekosistem informasi yang sehat. Disinformasi harus dilawan bersama agar pemilu berlangsung jujur dan adil,” katanya.

Bawaslu Mesuji berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan ruang informasi yang bersih dari hoaks dan kampanye terselubung. Dengan kewaspadaan dan literasi digital yang kuat, pemilu di Kabupaten Mesuji diharapkan dapat berjalan dengan aman, damai, dan bermartabat.