Lompat ke isi utama

Berita

Cara Cerdas Menyikapi Politik Identitas

Mesuji – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji mengajak seluruh masyarakat untuk bersikap cerdas dan bijak dalam menghadapi politik identitas yang kerap muncul menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu). Fenomena ini, jika tidak disikapi dengan tepat, berpotensi menimbulkan polarisasi sosial dan mengganggu integritas proses demokrasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menjelaskan bahwa politik identitas merupakan praktik penggunaan unsur-unsur identitas seperti agama, suku, ras, atau golongan tertentu untuk memperoleh dukungan politik. Menurutnya, meskipun identitas merupakan bagian dari keberagaman bangsa, penyalahgunaannya dalam konteks politik dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Masyarakat harus semakin cerdas dalam menilai setiap pesan politik, terutama di ruang digital. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang mengandung unsur kebencian atau upaya mengadu domba antar kelompok,” ujar Deden.

Bawaslu Kabupaten Mesuji menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kondusivitas dan kualitas demokrasi. Pemilih yang cerdas, lanjutnya, adalah mereka yang menilai calon pemimpin berdasarkan visi, misi, integritas, serta rekam jejak, bukan karena kesamaan identitas semata.

Selain itu, Bawaslu juga mengimbau seluruh peserta pemilu dan simpatisan agar menjaga etika dalam berkampanye. Penggunaan isu identitas untuk menjatuhkan lawan politik merupakan bentuk pelanggaran terhadap semangat pemilu yang jujur, adil, dan berkeadaban.

Sebagai langkah pencegahan, Bawaslu Mesuji terus melakukan sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan partisipatif, seperti forum warga, media sosial, serta kerja sama dengan lembaga pendidikan dan tokoh masyarakat. Upaya ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa perbedaan adalah kekuatan, bukan alat untuk memecah belah.

“Demokrasi akan tumbuh sehat bila setiap warga negara menghormati perbedaan dan menjunjung tinggi nilai persatuan. Mari kita jadikan pemilu sebagai ajang adu gagasan, bukan adu identitas,” pungkas Deden.

Dengan sikap cerdas dan bijak dalam menghadapi politik identitas, Bawaslu Kabupaten Mesuji berharap seluruh masyarakat dapat berperan aktif menciptakan pemilu yang damai, berintegritas, dan bermartabat.