Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tekankan Pentingnya Literasi Politik di Masa Kampanye

Bawaslu Tekankan Pentingnya Literasi Politik di Masa Kampanye

Mesuji – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menegaskan pentingnya peningkatan literasi politik masyarakat di masa kampanye Pemilu. Langkah ini dinilai krusial untuk membangun kesadaran politik yang sehat, mencegah penyebaran informasi menyesatkan, serta memperkuat partisipasi masyarakat yang cerdas dan berintegritas.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I, menjelaskan bahwa literasi politik bukan sekadar pemahaman tentang proses Pemilu, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam menilai informasi, janji politik, dan sikap peserta Pemilu secara objektif.

“Pemilih yang memiliki literasi politik tinggi tidak mudah dipengaruhi oleh ujaran kebencian, berita palsu, atau janji politik yang tidak realistis. Mereka akan memilih berdasarkan penilaian rasional, bukan karena bujuk rayu sesaat,” ujar Deden dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif dan Edukasi Pemilih Cerdas, Rabu (22/10/2025).

Ia menambahkan, masa kampanye sering dimanfaatkan oleh peserta Pemilu untuk menarik simpati pemilih dengan berbagai strategi komunikasi politik. Namun, tanpa literasi politik yang baik, masyarakat rentan terpengaruh oleh informasi yang tidak benar atau bersifat provokatif.

“Bawaslu Mesuji berupaya memperkuat literasi politik masyarakat melalui kegiatan edukatif dan dialogis, agar masyarakat mampu memilah informasi yang benar serta memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai pemilih,” tambah Deden.

Sementara itu, Wahyu Eko Prasetiyo, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, menekankan bahwa literasi politik juga mencakup pemahaman terhadap regulasi Pemilu dan larangan kampanye yang berpotensi melanggar hukum.

“Banyak pelanggaran yang terjadi karena rendahnya pemahaman masyarakat tentang aturan Pemilu. Dengan memahami regulasi, pemilih bisa ikut mencegah pelanggaran dan menjadi pengawas partisipatif yang aktif,” jelas Wahyu.

Dalam kesempatan yang sama, Robby Ruyudha, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, menyampaikan bahwa peningkatan literasi politik juga berperan penting dalam mencegah konflik sosial selama masa kampanye.

“Pemilih yang literat akan lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan politik. Mereka tidak mudah terprovokasi, sehingga suasana demokrasi bisa tetap damai dan kondusif,” ujar Robby.

Bawaslu Mesuji berharap, melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat dapat menjadi pemilih yang cerdas, beretika, dan aktif dalam menjaga integritas Pemilu. Literasi politik bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan demokrasi yang bermartabat.

“Dengan literasi politik yang baik, masyarakat tidak hanya menjadi objek politik, tetapi subjek yang menentukan arah demokrasi bangsa,” pungkas Deden.