Bawaslu Mesuji Tegaskan Komitmen Netralitas Pemilu 2024
|
Mesuji – Menjelang pelaksanaan Pemilu Serentak 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas dan profesionalisme dalam seluruh tahapan pengawasan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Data dan Informasi.
“Netralitas adalah prinsip utama dalam pelaksanaan tugas pengawasan. Bawaslu Mesuji tidak boleh berpihak kepada peserta pemilu manapun. Kami bekerja berdasarkan aturan dan etika penyelenggara pemilu,” tegas Deden dalam kegiatan internal penguatan kapasitas pengawas di Kantor Bawaslu Mesuji, Rabu (22/10/2025).
Menurut Deden, integritas dan profesionalitas pengawas menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Karena itu, Bawaslu Mesuji terus memperkuat pembinaan kepada jajaran pengawas di tingkat kecamatan hingga desa agar memahami batasan serta tanggung jawabnya.
Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, menjelaskan bahwa pihaknya aktif melakukan sosialisasi kepada pengawas lapangan dan masyarakat. “Kami terus mengingatkan bahwa pengawas harus menjaga sikap dan perilaku, tidak boleh menunjukkan keberpihakan. Selain itu, kami juga membuka ruang partisipasi publik agar masyarakat turut mengawasi jalannya pemilu,” ujarnya.
Sementara itu, Robby Ruyudha, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, menambahkan bahwa Bawaslu Mesuji siap menindaklanjuti setiap laporan pelanggaran yang diterima. “Kami menjamin setiap laporan masyarakat akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Transparansi dan keadilan menjadi prioritas dalam penanganan setiap kasus,” ungkapnya.
Bawaslu Mesuji berharap komitmen netralitas ini dapat memperkuat integritas kelembagaan dan mendorong penyelenggaraan Pemilu 2024 yang jujur, adil, serta bermartabat. Pengawasan yang netral dan partisipatif diyakini menjadi kunci keberhasilan demokrasi di Kabupaten Mesuji.