Bawaslu Mesuji Soroti Tren Pelanggaran Kampanye dari Tahun ke Tahun
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menyoroti pola pelanggaran kampanye yang terus berulang dari pemilu ke pemilu. Evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dini menjelang masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilu mendatang.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menjelaskan bahwa hasil pengawasan menunjukkan adanya kecenderungan pelanggaran yang bersifat berulang, terutama terkait pemasangan alat peraga kampanye di lokasi terlarang, keterlibatan aparatur desa, serta pelibatan anak di bawah umur dalam kegiatan politik.
“Dari hasil pengawasan kami, pola pelanggaran kampanye yang terjadi setiap periode hampir sama. Misalnya, masih banyak alat peraga kampanye yang dipasang di tempat ibadah, fasilitas pendidikan, dan gedung pemerintah. Selain itu, ada pula penggunaan media sosial yang tidak sesuai ketentuan, seperti akun anonim yang menyebarkan materi kampanye,” ungkap Deden.
Berdasarkan data hasil pengawasan, pada Pemilu 2019 tercatat 27 temuan pelanggaran kampanye, sebagian besar terkait alat peraga dan kegiatan kampanye tanpa izin. Sementara pada Pemilu 2024, jumlahnya menurun menjadi 19 kasus, namun muncul tren baru berupa pelanggaran di ranah digital, seperti penyebaran hoaks dan kampanye hitam melalui media sosial.
Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, menuturkan bahwa Bawaslu terus memperkuat langkah pencegahan agar pelanggaran serupa tidak terulang. “Kami gencar melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada peserta pemilu, tim kampanye, serta pemerintah desa. Penekanan kami adalah kepatuhan terhadap aturan dan etika kampanye yang sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Robby Ruyudha menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya kampanye. “Kami mengajak masyarakat untuk turut serta dalam pengawasan partisipatif. Pelaporan dugaan pelanggaran bisa dilakukan langsung ke Panwaslu Kecamatan atau melalui kanal aduan resmi Bawaslu Mesuji,” jelasnya.
Melalui hasil evaluasi ini, Bawaslu Mesuji berharap seluruh pihak dapat belajar dari pengalaman masa lalu dan berkomitmen menciptakan iklim kampanye yang tertib, adil, dan bermartabat pada setiap penyelenggaraan pemilu mendatang.