Bawaslu Mesuji Ingatkan Pemilih Cermat Menilai Janji Politik
|
Mesuji – Menjelang masa kampanye Pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji mengimbau masyarakat untuk semakin cermat dan kritis dalam menyikapi janji-janji politik yang disampaikan oleh para peserta Pemilu. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam membangun kesadaran politik masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh iming-iming yang bersifat sementara.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I, menyampaikan bahwa janji politik merupakan bagian dari komunikasi antara calon dengan pemilih. Namun, pemilih harus mampu menilai apakah janji tersebut realistis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Bawaslu mengajak masyarakat untuk tidak hanya terpesona oleh janji politik yang bombastis. Pemilih yang cerdas akan menilai sejauh mana janji tersebut dapat direalisasikan dan tidak bertentangan dengan kewenangan jabatan yang dijanjikan,” ujar Deden.
Ia menambahkan, edukasi pemilih menjadi penting agar masyarakat tidak menjadi korban manipulasi politik. Menurutnya, Bawaslu tidak hanya berperan dalam pengawasan tahapan Pemilu, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk meningkatkan literasi politik warga.
Sementara itu, Wahyu Eko Prasetiyo, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Mesuji, menjelaskan bahwa janji politik tidak boleh mengandung unsur pelanggaran hukum seperti politik uang atau janji pemberian materi tertentu.
“Janji politik harus dilihat dari aspek etika dan substansi. Bila janji itu disertai dengan iming-iming materi, maka bisa dikategorikan sebagai pelanggaran. Oleh karena itu, pemilih harus memahami batas antara janji politik dan praktik politik uang,” tegas Wahyu.
Senada dengan itu, Robby Ruyudha, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, mengingatkan bahwa Bawaslu siap menindaklanjuti laporan masyarakat bila ditemukan indikasi pelanggaran terkait janji politik yang tidak sesuai aturan.
“Partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran sangat penting. Bawaslu membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut mengawasi proses kampanye secara aktif,” ungkap Robby.
Melalui kegiatan edukasi ini, Bawaslu Mesuji berharap masyarakat semakin dewasa dalam menentukan pilihan politiknya. Pemilih yang cerdas adalah kunci terciptanya Pemilu yang bermartabat dan hasil yang berintegritas.