Bawaslu Mesuji Dorong Pendidikan Politik yang Menghindari Polarisasi
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menekankan pentingnya pendidikan politik yang berorientasi pada persatuan dan kedewasaan berdemokrasi. Pesan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya Bawaslu untuk mencegah polarisasi di tengah masyarakat yang kerap muncul akibat perbedaan pilihan politik menjelang Pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menegaskan bahwa pendidikan politik harus diarahkan untuk membangun pemahaman bersama tentang nilai demokrasi yang sehat dan inklusif. “Pendidikan politik seharusnya tidak menumbuhkan kebencian atau permusuhan antarkelompok. Justru, ia menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan dan kesadaran kolektif bahwa perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi,” ujar Deden.
Menurutnya, polarisasi politik sering diperparah oleh penyebaran informasi yang menyesatkan dan narasi provokatif di ruang digital. “Inilah mengapa pendidikan politik harus diimbangi dengan literasi digital. Masyarakat perlu memahami cara berpikir kritis terhadap informasi politik, bukan sekadar menjadi penerima pasif dari opini yang beredar,” tambahnya.
Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, menjelaskan bahwa Bawaslu terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan, dalam membangun kesadaran politik yang damai dan rasional. “Kami ingin masyarakat Mesuji memiliki pola pikir politik yang sehat—berdebat boleh, berbeda pilihan wajar, tapi tetap menjaga persatuan,” ujarnya.
Sementara itu, Robby Ruyudha menuturkan bahwa salah satu bentuk nyata pencegahan polarisasi adalah melalui kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik berbasis nilai kebangsaan. “Kami menekankan pentingnya etika dalam berkampanye dan berinteraksi politik, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Politik seharusnya mencerdaskan, bukan memecah-belah,” katanya.
Bawaslu Mesuji berharap, melalui pendidikan politik yang berimbang dan konstruktif, masyarakat dapat semakin matang dalam berpartisipasi di Pemilu. Dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan dialog yang sehat, Kabupaten Mesuji diharapkan dapat menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang damai, bermartabat, dan bebas dari polarisasi.