Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Mesuji Dorong Komunikasi Politik yang Beradab

Bawaslu Mesuji Dorong Komunikasi Politik yang Beradab

Mesuji – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji mendorong seluruh peserta pemilu, simpatisan, serta masyarakat luas untuk menerapkan komunikasi politik yang beradab dalam setiap aktivitas politik. Komunikasi yang santun, faktual, dan menghormati perbedaan menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan mewujudkan pemilu yang damai.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menegaskan bahwa komunikasi politik beradab merupakan cerminan dari kedewasaan berdemokrasi. “Komunikasi politik yang beradab bukan sekadar soal cara berbicara, tetapi juga bagaimana pesan politik disampaikan dengan tanggung jawab dan niat untuk membangun, bukan memecah belah,” ujarnya.

Menurut Deden, di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penggunaan media sosial, etika dalam berkomunikasi politik menjadi sangat penting. Ia mengingatkan agar seluruh pihak berhati-hati dalam menyebarkan informasi politik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik. “Setiap pesan yang disampaikan di ruang publik harus berlandaskan fakta, bukan emosi atau kepentingan sesaat,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Mesuji Wahyu Eko Prasetiyo, selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, menilai bahwa komunikasi politik yang beradab berperan besar dalam menciptakan situasi politik yang kondusif. “Ketika komunikasi politik dijalankan dengan santun dan menghormati lawan politik, maka masyarakat akan belajar dari keteladanan itu. Politik seharusnya menjadi ruang pendidikan, bukan permusuhan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Bawaslu Mesuji secara aktif melakukan pencegahan terhadap potensi pelanggaran yang timbul akibat ujaran kebencian, hoaks, dan kampanye hitam. “Kami terus mengingatkan seluruh pihak untuk bijak menggunakan media sosial, karena setiap ucapan maupun unggahan memiliki konsekuensi hukum,” tambah Wahyu.

Anggota Bawaslu Mesuji lainnya, Robby Ruyudha, menyebutkan bahwa komunikasi politik yang beradab tidak hanya menjaga stabilitas politik, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi. “Bahasa politik yang santun mampu meredam ketegangan dan memperkuat semangat persatuan. Ini adalah esensi dari politik yang beretika,” ungkapnya.

Melalui berbagai kegiatan edukatif seperti sosialisasi, dialog publik, dan kampanye pengawasan partisipatif, Bawaslu Mesuji berupaya menanamkan nilai-nilai etika dan kesantunan dalam komunikasi politik. Bawaslu berharap, budaya komunikasi politik yang beradab dapat menjadi karakter khas demokrasi di Kabupaten Mesuji — demokrasi yang damai, jujur, dan bermartabat.