Bawaslu Mesuji Ajak Publik Tangkal Isu SARA dalam Kampanye Politik
|
Mesuji – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dalam kegiatan kampanye politik menjelang Pemilu. Penggunaan isu SARA dinilai berpotensi memecah belah masyarakat, menurunkan kualitas demokrasi, dan mengancam persatuan bangsa.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menegaskan bahwa penyebaran isu SARA merupakan bentuk pelanggaran etika politik yang dapat menimbulkan polarisasi dan perpecahan sosial. “Kampanye seharusnya menjadi ruang adu gagasan dan program kerja, bukan arena untuk memperuncing perbedaan identitas. Kita harus menjaga semangat persatuan dalam keberagaman,” ujarnya.
Menurut Deden, Bawaslu memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh tahapan kampanye berjalan sesuai aturan. Pengawasan dilakukan agar peserta dan tim kampanye tidak menggunakan ujaran kebencian, fitnah, atau politik identitas yang dapat mengganggu ketertiban umum. Ia juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran terkait SARA akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, menambahkan bahwa masyarakat dan media massa memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran isu SARA. “Kita mengimbau masyarakat untuk lebih cermat menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyinggung identitas kelompok tertentu. Media juga diharapkan mengedepankan pemberitaan yang edukatif dan menyejukkan,” jelasnya.
Selain pengawasan, Bawaslu Mesuji terus mendorong upaya pencegahan melalui peningkatan literasi politik dan digital masyarakat. Edukasi dilakukan agar publik memahami dampak negatif politik identitas serta mampu berpartisipasi aktif dalam menjaga iklim demokrasi yang damai.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Mesuji, Robby Ruyudha, menekankan pentingnya penanaman nilai toleransi dan nasionalisme dalam setiap kegiatan politik. “Perbedaan adalah hal wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai menjadi alasan untuk saling menjatuhkan. Pemilu harus menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa,” ungkapnya.
Bawaslu Mesuji berharap seluruh pihak—baik penyelenggara, peserta, maupun masyarakat—dapat bersama-sama menjaga suasana kampanye yang sehat, beretika, dan berorientasi pada gagasan serta visi pembangunan bangsa.