Bawaslu Edukasi Peserta Pemilu Soal Kampanye Beretika
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Pemilu yang berintegritas melalui kegiatan edukasi bagi peserta Pemilu tentang pentingnya kampanye beretika. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda sosialisasi dan pembinaan politik yang dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan seluruh peserta memahami batasan dan aturan dalam berkampanye.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menjelaskan bahwa kampanye merupakan sarana peserta Pemilu untuk memperkenalkan visi, misi, serta program kerja kepada masyarakat, namun tetap harus dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai etika dan kesantunan politik. “Etika kampanye menjadi cerminan kualitas demokrasi. Kampanye yang beretika tidak menjelekkan lawan politik, tidak mengandung ujaran kebencian, dan tidak menyebarkan hoaks,” tegasnya.
Menurut Deden, Bawaslu memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan setiap bentuk kegiatan kampanye berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan. “Kami tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra yang mengedukasi peserta agar pelaksanaan Pemilu berjalan dengan damai dan beradab,” ujarnya.
Sementara itu, Wahyu Eko Prasetiyo, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, menambahkan bahwa kegiatan edukasi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa kampanye beretika adalah langkah awal menciptakan politik yang bermartabat. “Ketika peserta Pemilu memahami batasan hukum dan etika, maka potensi konflik serta pelanggaran dapat diminimalkan,” jelasnya.
Di sisi lain, Robby Ruyudha, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, menegaskan bahwa Bawaslu akan menindak tegas setiap pelanggaran aturan kampanye. “Bawaslu akan memproses setiap laporan yang disertai bukti kuat. Etika politik tidak bisa dinegosiasikan, karena itu bagian dari menjaga marwah demokrasi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan edukasi ini, Bawaslu Mesuji berharap seluruh peserta Pemilu mampu menjadi teladan dalam menyampaikan pesan politik yang mendidik, santun, dan mencerdaskan pemilih. Dengan demikian, kampanye tidak lagi menjadi ajang saling menjatuhkan, melainkan ruang kompetisi ide dan gagasan yang berorientasi pada kemajuan masyarakat Mesuji.