Bawaslu Ajak Masyarakat Wujudkan Pemilu Damai dan Bermartabat
|
Mesuji – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pemilu yang damai, jujur, dan bermartabat. Ajakan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen Bawaslu dalam menjaga integritas dan kondusivitas selama tahapan pemilu berlangsung.
Ketua Bawaslu Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I, menegaskan bahwa pemilu yang bermartabat hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak menahan diri dari tindakan yang dapat memicu konflik dan pelanggaran. “Kami mengajak seluruh masyarakat Mesuji untuk ikut menjaga suasana damai menjelang dan saat hari pemungutan suara. Pemilu bukan ajang pertentangan, melainkan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin terbaik bagi bangsa,” ujarnya.
Menurut Deden, Bawaslu terus melakukan berbagai upaya pencegahan pelanggaran, baik melalui pengawasan langsung maupun pendidikan politik kepada masyarakat. “Kami aktif melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat memahami aturan main pemilu dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat merusak persatuan,” tambahnya.
Sementara itu, Wahyu Eko Prasetiyo, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas, menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan pemilu yang damai. “Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan masyarakat untuk melaporkan jika ada dugaan pelanggaran, ujaran kebencian, atau praktik politik uang,” jelasnya.
Di sisi lain, Robby Ruyudha, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, menegaskan bahwa pihaknya siap menindak tegas setiap pelanggaran yang dapat mengganggu jalannya pemilu. “Kami bersama Sentra Gakkumdu akan memproses setiap pelanggaran sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Keadilan pemilu harus dijaga dengan tindakan nyata,” tegasnya.
Bawaslu Mesuji berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawasi dan menjaga keamanan selama proses pemungutan suara berlangsung. “Pemilu damai bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh warga negara. Mari kita tunjukkan bahwa Mesuji mampu menjadi contoh daerah dengan pemilu yang aman, tertib, dan bermartabat,” tutup Deden Cahyono.