Wahyu Eko: Pendidikan Politik Bentuk Pemilih Cerdas dan Kr
|
Mesuji – Bawaslu Kabupaten Mesuji menegaskan pentingnya pendidikan politik dalam membentuk pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Melalui kegiatan edukasi kepemiluan yang berkelanjutan dan inovatif, Bawaslu berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat agar mampu memahami hak serta tanggung jawabnya dalam proses demokrasi.
Anggota Bawaslu Kabupaten Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, menjelaskan bahwa pendidikan politik merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan pemilih yang rasional dan tidak mudah terpengaruh oleh politik uang maupun janji manis yang tidak realistis. “Pemilih yang cerdas tidak hanya melihat siapa kandidatnya, tetapi juga memahami visi, rekam jejak, serta komitmen mereka terhadap kepentingan publik,” ujarnya.
Menurut Wahyu, kegiatan pendidikan politik yang dilakukan Bawaslu Mesuji kini mengedepankan pendekatan interaktif dan partisipatif. “Kami tidak hanya memberikan sosialisasi satu arah, tetapi mengajak masyarakat berdiskusi, menganalisis kasus, dan memahami regulasi kepemiluan agar mereka benar-benar paham konteksnya,” tambahnya.
Ia menilai bahwa generasi muda menjadi sasaran penting dalam pendidikan politik, mengingat peran strategis mereka dalam menentukan arah demokrasi di masa depan. “Kami ingin anak muda Mesuji tumbuh sebagai pemilih yang kritis, bukan sekadar ikut memilih, tetapi juga peduli terhadap integritas proses pemilu,” tegasnya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., turut mendukung langkah tersebut. Menurutnya, peningkatan literasi politik masyarakat akan berdampak langsung pada kualitas demokrasi. “Ketika masyarakat memiliki pemahaman politik yang baik, mereka tidak mudah dipengaruhi dan dapat ikut mengawasi jalannya pemilu secara mandiri,” katanya.
Sementara itu, Robby Ruyudha menambahkan bahwa pendidikan politik juga menjadi upaya preventif terhadap pelanggaran pemilu. “Dengan memahami aturan dan etika politik, masyarakat akan lebih berani menolak praktik curang serta melapor jika menemukan pelanggaran,” jelasnya.
Melalui pendidikan politik yang terus digiatkan, Bawaslu Mesuji berharap masyarakat dapat menjadi pemilih yang tidak hanya aktif, tetapi juga berdaya dalam menjaga keadilan dan kejujuran pemilu di Kabupaten Mesuji.