Peran Masyarakat Krusial Dalam Mengawasi Pemilu Demokratis
|
Mesuji – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya Pemilihan Umum (Pemilu). Partisipasi publik dinilai sebagai salah satu pilar utama untuk mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menyampaikan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas. Melalui pengawasan partisipatif, potensi pelanggaran dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.
“Masyarakat bukan hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pengawas yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga integritas pemilu. Semakin banyak masyarakat terlibat, semakin kecil peluang terjadinya pelanggaran,” ujar Deden Cahyono di Mesuji, Jumat (22/8/2025).
Dalam rangka memperluas jangkauan edukasi politik dan pengawasan, Bawaslu Mesuji terus melaksanakan berbagai program seperti Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif, serta Forum Warga Pengawas Pemilu. Program-program tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk memahami mekanisme pengawasan serta prosedur pelaporan pelanggaran pemilu.
Bawaslu juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kanal pelaporan resmi jika menemukan dugaan pelanggaran, baik melalui aplikasi daring, posko pengawasan di tingkat kecamatan, maupun kantor Bawaslu Kabupaten Mesuji.
“Partisipasi masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap demokrasi. Dengan pengawasan bersama, kita bisa menciptakan pemilu yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas,” tambah Deden.
Bawaslu Mesuji berharap meningkatnya kesadaran publik dalam mengawasi setiap tahapan pemilu dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi, sekaligus menjaga agar pelaksanaan pemilu di Kabupaten Mesuji berlangsung secara damai dan bermartabat.