MK Pastikan Proses Pemilu Berjalan Jurdil dan Konstitusional
|
Mesuji – Mahkamah Konstitusi (MK) berperan penting dalam memastikan seluruh tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia berjalan sesuai prinsip kejujuran, keadilan, dan konstitusionalitas. Sebagai lembaga peradilan tertinggi dalam urusan sengketa hasil pemilu, MK menjadi penjaga utama integritas demokrasi dan penegak supremasi hukum di bidang kepemiluan.
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I, menyatakan bahwa keberadaan MK merupakan wujud nyata dari sistem demokrasi yang berkeadilan. “MK hadir sebagai penyeimbang agar hasil pemilu benar-benar mencerminkan suara rakyat yang sah. Melalui sidang terbuka dan berbasis bukti, MK memastikan proses pemilu tetap berjalan jujur, adil, dan sesuai konstitusi,” ujarnya.
Menurut Deden, mekanisme penyelesaian sengketa di MK menjadi ruang bagi peserta pemilu untuk memperjuangkan keadilan secara sah. “Proses ini membuktikan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama di hadapan hukum. Semua pihak wajib menghormati hasil akhir yang telah diputuskan MK sebagai kebenaran konstitusional,” tambahnya.
Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, yang juga Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, menjelaskan bahwa Bawaslu turut berperan aktif dalam proses persidangan MK. “Kami menyiapkan laporan hasil pengawasan, bukti pelanggaran, serta fakta lapangan untuk mendukung proses penegakan keadilan. Tujuannya agar majelis hakim dapat melihat persoalan secara utuh dan objektif,” ungkapnya.
Sementara itu, Robby Ruyudha, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, menegaskan bahwa putusan MK adalah hasil akhir yang harus diterima dengan sikap dewasa dan sportif. “Apapun hasilnya, itulah keputusan konstitusi. Sikap legawa dari seluruh pihak merupakan bentuk kedewasaan berdemokrasi dan penghormatan terhadap supremasi hukum,” katanya.
Dengan peran strategisnya, MK tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga kedaulatan rakyat agar hasil pemilu tetap murni dan berlegitimasi kuat. Sinergi antara MK, Bawaslu, KPU, dan masyarakat menjadi fondasi penting bagi terwujudnya pemilu yang bersih, transparan, dan berkeadilan.