Demokrasi Sehat Butuh Keberanian Masyarakat
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menegaskan bahwa keberanian masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu merupakan syarat penting bagi terwujudnya demokrasi yang sehat dan berintegritas. Tanpa keberanian publik untuk bersuara, potensi pelanggaran dalam proses Pemilu bisa saja luput dari pengawasan.
Anggota Bawaslu Kabupaten Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, menjelaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan Pemilu adalah bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keadilan dan transparansi demokrasi. “Demokrasi yang sehat tidak akan terwujud tanpa keberanian masyarakat untuk melapor ketika melihat adanya dugaan pelanggaran. Melaporkan bukan berarti mencari kesalahan, tetapi menjaga agar proses Pemilu berjalan jujur dan adil,” ujar Wahyu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, Senin (21/10/2025).
Menurutnya, Bawaslu Mesuji membuka ruang seluas-luasnya bagi publik untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif. Masyarakat dapat menyampaikan laporan secara langsung ke kantor Bawaslu Mesuji, melalui surat elektronik, maupun kanal pengaduan resmi secara daring. Laporan dapat berupa dugaan pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu, pelanggaran pidana Pemilu, atau sengketa proses.
“Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi dan diproses sesuai ketentuan. Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor agar masyarakat merasa aman dan terlindungi,” tegas Wahyu.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menambahkan bahwa keberanian masyarakat untuk mengawasi merupakan bentuk cinta terhadap demokrasi. “Demokrasi yang kuat tidak hanya ditopang oleh lembaga pengawas, tetapi juga oleh rakyat yang peduli terhadap nilai keadilan. Dengan keberanian masyarakat, pelanggaran bisa dicegah sejak dini,” ujar Deden yang juga Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Data, dan Informasi.
Bawaslu Mesuji berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan dengan prinsip profesionalitas, transparansi, dan berkeadilan. Selain itu, Bawaslu juga terus mendorong sosialisasi dan edukasi publik agar masyarakat semakin memahami tata cara pelaporan dan pentingnya pengawasan Pemilu.
“Keberanian masyarakat untuk melapor adalah energi bagi demokrasi. Mari bersama kita kawal Pemilu agar tetap bersih, jujur, dan berintegritas,” pungkas Wahyu.