Deden Cahyono: Perempuan Punya Peran Penting di Pemilu
|
Mesuji – Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas, inklusif, dan berkeadilan. Ia menilai keterlibatan perempuan tidak hanya penting dalam konteks pencalonan politik, tetapi juga dalam proses pengawasan dan pendidikan pemilih di masyarakat.
“Perempuan memiliki sensitivitas dan empati sosial yang tinggi. Nilai-nilai itu sangat penting dalam menjaga kejujuran, keadilan, dan ketertiban selama proses pemilu. Karena itu, kami terus mendorong agar lebih banyak perempuan terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif di Mesuji,” ujar Deden saat memberikan keterangan di Kantor Bawaslu Mesuji, Jumat (18/10/2025).
Menurut Deden, keberadaan perempuan di ruang demokrasi bukan hanya simbol kesetaraan, melainkan kekuatan moral yang dapat memperkuat kualitas pemilu. Ia mengungkapkan, secara nasional jumlah calon kepala daerah perempuan pada Pemilihan 2024 mencapai 331 orang dari 3.104 calon, atau sekitar 10,7 persen, meningkat signifikan dibanding Pemilihan 2020 yang hanya diikuti 106 calon perempuan.
“Dari total 481 kepala daerah terpilih, 43 di antaranya adalah perempuan. Ini bukti bahwa partisipasi perempuan semakin nyata. Namun, perjuangan belum selesai. Masih ada tantangan seperti hambatan budaya, stereotip gender, dan politik uang yang perlu kita awasi bersama,” jelasnya.
Deden menyebutkan bahwa Bawaslu Mesuji saat ini tengah memperkuat kolaborasi dengan organisasi perempuan, akademisi, serta lembaga pendidikan untuk mengembangkan pelatihan pengawasan partisipatif berbasis gender. Program ini dirancang untuk membekali perempuan dengan keterampilan analisis, komunikasi publik, serta pemahaman terhadap regulasi pemilu.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kami perlu dukungan semua pihak, termasuk komunitas perempuan di desa dan kecamatan, agar pengawasan berjalan efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Deden menekankan pentingnya peran media lokal dalam membangun persepsi positif terhadap perempuan di dunia politik. “Media berperan besar dalam membentuk opini publik. Pemberitaan yang objektif dan bebas dari bias gender akan membantu membuka ruang yang lebih adil bagi calon perempuan maupun pengawas perempuan,” tegasnya.
Ia berharap melalui upaya kolaboratif ini, perempuan Mesuji dapat semakin berdaya dan percaya diri untuk berpartisipasi dalam setiap tahapan pemilu. “Ketika perempuan diberi ruang setara untuk berperan, maka demokrasi akan tumbuh lebih sehat, inklusif, dan bermartabat,” pungkasnya.