Deden Cahyono: Pengawasan Tak Berhenti Setelah Pemilu
|
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I, menegaskan bahwa pengawasan terhadap proses demokrasi tidak berhenti meskipun tahapan Pemilu 2024 telah selesai. Menurutnya, peran Bawaslu tidak hanya terbatas pada masa pemungutan dan penghitungan suara, tetapi juga berlanjut di luar tahapan pemilu sebagai bagian dari upaya menjaga integritas demokrasi secara berkelanjutan.
“Kami tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam mengawal demokrasi. Pengawasan tidak berhenti setelah pemilu usai. Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat, pemantauan potensi pelanggaran, serta persiapan menuju pemilu atau pilkada berikutnya,” ujar Deden Cahyono.
Fokus Pengawasan di Luar Tahapan Pemilu
Deden menjelaskan, salah satu fokus utama Bawaslu Kabupaten Mesuji di luar tahapan pemilu adalah memperkuat pengawasan partisipatif masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi, pendidikan politik, dan pelibatan komunitas, Bawaslu berupaya meningkatkan kesadaran publik agar masyarakat turut menjadi bagian dari sistem pengawasan yang transparan dan inklusif.
“Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengawasan yang efektif. Kami terus mendorong warga untuk berani melapor apabila menemukan dugaan pelanggaran atau praktik politik yang tidak sesuai aturan,” tambahnya.
Langkah Evaluasi dan Pencegahan
Selain memperkuat partisipasi publik, Bawaslu Kabupaten Mesuji juga melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pemilu sebelumnya. Kajian ini menjadi bahan penting dalam memperbaiki sistem kerja, memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan, serta mengidentifikasi potensi kerawanan politik yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Langkah pencegahan dan penindakan dini terhadap potensi pelanggaran pun terus dilakukan. Bawaslu secara aktif memantau dinamika politik lokal, terutama terhadap kegiatan-kegiatan yang berpotensi mencederai prinsip netralitas, seperti kampanye terselubung, mobilisasi aparatur sipil negara (ASN), maupun penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan politik.
Ajak Masyarakat Kawal Demokrasi
Melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi, Bawaslu Mesuji berkomitmen menumbuhkan budaya politik yang sehat dan berintegritas di masyarakat. Deden menegaskan, demokrasi yang kuat hanya dapat terwujud jika seluruh elemen bangsa berperan aktif dalam pengawasan dan pencegahan pelanggaran.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Mesuji untuk tetap aktif mengawasi jalannya proses politik, baik di dalam maupun di luar tahapan pemilu. Pengawasan adalah tanggung jawab bersama demi terciptanya demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat,” tutupnya.