Deden Cahyono: Pengawasan di TPS Harus Ekstra Ketat
|
Mesuji – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menegaskan pentingnya pengawasan yang ekstra ketat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna memastikan proses pemungutan suara berjalan sesuai prinsip jujur, adil, dan transparan. Pengawasan yang optimal menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai bentuk pelanggaran dan kecurangan saat hari pemungutan suara.
Menurut Deden, pengawasan di TPS merupakan titik krusial dalam keseluruhan tahapan Pemilu, karena di sinilah hak politik warga negara diwujudkan. “Kami tidak ingin ada celah sedikit pun yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan pelanggaran. Semua jajaran pengawas harus siaga penuh dan memahami setiap prosedur teknis di TPS,” tegasnya.
Ia menjelaskan, beberapa potensi pelanggaran yang perlu diwaspadai di antaranya adalah pemilih menggunakan hak pilih lebih dari sekali, adanya pemilih yang tidak terdaftar namun tetap mencoblos, penggelembungan suara saat penghitungan, hingga intervensi terhadap petugas KPPS. Deden juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap praktik politik uang dan mobilisasi pemilih di sekitar TPS.
Deden menambahkan bahwa Bawaslu Mesuji telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif, seperti pembekalan bagi seluruh pengawas TPS, peningkatan koordinasi dengan Panwaslu Kecamatan, serta patroli pengawasan di seluruh wilayah. “Kami ingin memastikan setiap suara masyarakat benar-benar terjaga, tidak dimanipulasi, dan hasilnya mencerminkan kehendak rakyat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga integritas pemungutan suara. “Keterlibatan masyarakat menjadi kunci suksesnya Pemilu yang demokratis. Jika menemukan dugaan pelanggaran, segera laporkan kepada pengawas di lapangan,” pungkasnya.
Bawaslu Mesuji berkomitmen menjaga agar pelaksanaan Pemilu berlangsung jujur, adil, dan bermartabat, dengan memastikan setiap TPS berada dalam pengawasan yang ketat dan profesional.