Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu RI Bangun Perpustakaan Demokrasi, Mesuji Siap Berkontribusi

Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) meresmikan Perpustakaan dan Ruang Pertemuan sebagai langkah strategis memperluas literasi demokrasi kepemiluan bagi masyarakat. Inisiatif ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Bawaslu Kabupaten Mesuji yang siap berkontribusi dalam memperkaya koleksi dan memperluas jangkauan literasi di daerah.

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menyampaikan bahwa Perpustakaan Bawaslu bukan sekadar ruang baca, tetapi pusat pengetahuan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, baik secara langsung maupun daring.

“Kita harus menulis karya yang bermanfaat agar literasi demokrasi semakin baik. Harapannya, masyarakat bisa mengaksesnya, baik datang ke Bawaslu maupun melalui platform daring,” ujar Bagja saat peresmian Perpustakaan Bawaslu RI di Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Menurutnya, dengan kemajuan teknologi dan tuntutan keterbukaan informasi, Bawaslu perlu menghadirkan wadah edukatif yang mampu memperluas wawasan masyarakat tentang pengawasan pemilu, penyelesaian sengketa, serta nilai-nilai demokrasi partisipatif.

Langkah tersebut juga mendapat dukungan dari Anggota Bawaslu RI Herwyn JH Malonda yang menegaskan bahwa kehadiran perpustakaan daring dan luring merupakan bentuk tanggung jawab moral lembaga dalam menyediakan informasi publik yang akurat dan kredibel.

“Peresmian ini menandai bahwa Bawaslu tidak hanya bekerja mengawasi, tetapi juga memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang benar dan tepat lewat karya literatur,” jelas Herwyn.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Puadi menilai bahwa literasi politik dan keterbukaan informasi menjadi prasyarat penting dalam mendorong partisipasi masyarakat yang aktif dan cerdas dalam proses demokrasi. Ia berharap, perpustakaan Bawaslu dapat menjadi wadah bagi pengawas pemilu untuk turut memproduksi pengetahuan dan menumbuhkan budaya menulis di lingkungan pengawasan.

Menanggapi inisiatif nasional tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, (Nama Ketua Bawaslu Mesuji), menyampaikan apresiasi mendalam dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk turut berkontribusi.

“Kami di Bawaslu Mesuji siap mendukung program literasi ini dengan mengembangkan pojok baca dan kegiatan literasi kepemiluan di daerah. Kami percaya, memperkuat demokrasi tidak hanya melalui pengawasan, tetapi juga melalui pengetahuan,” ujarnya di Mesuji, Jumat (31/1/2025).

Menurutnya, penguatan literasi kepemiluan di tingkat daerah akan menjadi langkah nyata dalam menciptakan pengawas yang berintegritas sekaligus masyarakat yang kritis terhadap proses demokrasi.

Anggota Bawaslu Totok Hariyono juga menambahkan bahwa buku dan karya tulis adalah pintu cakrawala yang memperluas wawasan pengawas pemilu. Sedangkan Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menantang seluruh jajaran Bawaslu provinsi hingga kabupaten/kota untuk menulis dan menambahkan karya mereka di Perpustakaan Bawaslu RI.

“Perpustakaan ini milik kita semua, maka menjadi tanggung jawab bersama untuk memperkaya literasi yang ada,” kata Lolly.

Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Mesuji berencana mengadakan Program Literasi Demokrasi Daerah (LDD) yang melibatkan pengawas pemilu, mahasiswa, dan masyarakat sipil. Program tersebut akan fokus pada kegiatan menulis refleksi pengawasan, diskusi publik, serta pelatihan literasi digital tentang pemilu yang berintegritas.

“Kami ingin semangat literasi yang dibangun oleh Bawaslu RI juga hidup di Mesuji. Dengan cara ini, pengawasan pemilu menjadi gerakan pengetahuan yang melibatkan semua pihak,” tutup Ketua Bawaslu Mesuji.

Peresmian Perpustakaan Bawaslu RI menjadi langkah penting dalam membangun budaya demokrasi yang terbuka, partisipatif, dan berpengetahuan. Dukungan dari daerah seperti Mesuji menunjukkan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya dimulai dari pusat, tetapi juga tumbuh di akar rumput melalui kolaborasi dan literasi.