Bawaslu Mesuji Tekankan Pentingnya Bedakan Netralitas dan Apatisme Politik
|
Mesuji – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji mengingatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya aparatur penyelenggara negara, untuk memahami perbedaan antara netralitas dan apatisme politik. Pemahaman ini dinilai penting guna menjaga profesionalitas sekaligus meningkatkan kualitas demokrasi menjelang tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I, menjelaskan bahwa netralitas politik bukan berarti bersikap pasif terhadap politik, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan profesional untuk tidak memihak kepada peserta politik mana pun. “Netralitas adalah sikap menjaga integritas dan objektivitas dalam menjalankan tugas. ASN, TNI, dan Polri wajib bersikap netral agar keadilan dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi tetap terjaga,” ujarnya di Kantor Bawaslu Mesuji.
Menurut Deden, masih banyak masyarakat yang keliru memahami netralitas sebagai ketidakpedulian terhadap politik. Padahal, netralitas justru menunjukkan kesadaran terhadap pentingnya keadilan dalam sistem demokrasi. Sebaliknya, apatisme politik menggambarkan ketidakpedulian terhadap urusan publik dan dapat berdampak pada menurunnya partisipasi pemilih.
“Apatisme sering muncul karena rasa kecewa atau ketidakpercayaan terhadap sistem politik. Jika dibiarkan, hal ini bisa melemahkan legitimasi hasil pemilu dan menghambat terwujudnya pemerintahan yang demokratis,” tambahnya.
Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, menegaskan bahwa menjaga netralitas bukan hanya kewajiban moral bagi aparatur negara, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu. “Sikap netral yang disertai kepedulian terhadap politik akan menciptakan ruang demokrasi yang sehat dan berintegritas,” tuturnya.
Sementara itu, Robby Ruyudha, anggota Bawaslu lainnya, menambahkan bahwa masyarakat perlu terus diberikan edukasi politik agar tidak terjebak pada sikap apatis. “Partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan demokrasi. Dengan memahami peran dan tanggung jawab politiknya, warga bisa ikut memastikan bahwa Pemilu berjalan jujur, adil, dan transparan,” ujarnya.
Melalui sosialisasi dan pendidikan politik yang berkelanjutan, Bawaslu Mesuji berkomitmen untuk terus menumbuhkan kesadaran politik masyarakat tanpa melanggar prinsip netralitas. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat demokrasi lokal serta menjaga integritas penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Mesuji.