Bawaslu Mesuji Serukan Politik Santun dan Beretika
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menyerukan pentingnya penerapan politik santun dan beretika dalam setiap tahapan Pemilu. Seruan ini disampaikan sebagai upaya menjaga kualitas demokrasi serta mencegah munculnya konflik sosial akibat praktik politik yang provokatif atau tidak beradab.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menegaskan bahwa politik santun merupakan cerminan dari kedewasaan demokrasi dan tanggung jawab moral setiap peserta Pemilu maupun masyarakat. “Bawaslu Mesuji mengajak seluruh pihak untuk berpolitik dengan menjunjung tinggi nilai etika, kejujuran, dan rasa hormat terhadap perbedaan. Demokrasi yang sehat tidak akan tumbuh dari ujaran kebencian atau fitnah,” ujarnya.
Menurut Deden, praktik politik yang menghalalkan segala cara hanya akan menurunkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. “Pemilu bukan ajang permusuhan, tetapi wadah kompetisi gagasan untuk kebaikan bersama. Karena itu, kami mengingatkan agar peserta Pemilu dan pendukungnya tetap menjaga etika politik, baik di dunia nyata maupun di ruang digital,” tambahnya.
Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, menjelaskan bahwa Bawaslu terus menggencarkan sosialisasi dan pendidikan politik beretika kepada masyarakat. Melalui kegiatan tatap muka, diskusi publik, hingga media sosial, Bawaslu mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya sikap santun dalam berpolitik. “Kami ingin membangun budaya politik yang saling menghargai, bukan saling menjatuhkan,” katanya.
Sementara itu, Robby Ruyudha menegaskan bahwa politik beretika juga mencakup kepatuhan terhadap aturan kampanye dan penghormatan terhadap hak-hak warga negara. “Setiap peserta Pemilu wajib menaati ketentuan yang berlaku dan menghindari pelanggaran yang dapat mencederai prinsip keadilan. Etika politik adalah fondasi untuk menjaga marwah demokrasi,” ujarnya.
Bawaslu Mesuji berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh politik, pendukung, dan pemilih, dapat mengedepankan semangat persaudaraan dalam menghadapi Pemilu. Dengan menumbuhkan budaya politik santun dan beretika, Kabupaten Mesuji diharapkan mampu mewujudkan Pemilu yang damai, bermartabat, dan berkeadaban.