Bawaslu Mesuji Gunakan Media Digital untuk Sosialisasi Pemilu
|
Mesuji – Menyadari pentingnya peran teknologi dalam menjangkau masyarakat luas, Bawaslu Kabupaten Mesuji kini mengoptimalkan penggunaan media digital sebagai sarana sosialisasi dan edukasi kepemiluan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperkuat pengawasan partisipatif menjelang pelaksanaan pemilu.
Ketua Bawaslu Kabupaten Mesuji, Deden Cahyono, S.Sos.I., menjelaskan bahwa pemanfaatan media digital merupakan upaya adaptif terhadap perkembangan zaman. “Masyarakat saat ini banyak mengakses informasi melalui media sosial dan platform daring. Karena itu, Bawaslu Mesuji berinovasi dengan menghadirkan konten edukatif, infografis, dan video singkat agar pesan pengawasan pemilu dapat tersampaikan secara menarik dan mudah dipahami,” ujarnya.
Deden menegaskan, pendekatan digital tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai ruang interaktif untuk membangun kesadaran bersama. “Kami ingin menciptakan komunikasi dua arah dengan masyarakat. Lewat media digital, Bawaslu dapat menerima aspirasi, laporan, serta memperkuat kedekatan dengan publik,” tambahnya.
Anggota Bawaslu Mesuji, Wahyu Eko Prasetiyo, menilai bahwa transformasi digital menjadi keharusan bagi lembaga publik agar tetap relevan di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat. “Media digital memungkinkan pesan kepemiluan menjangkau generasi muda, kelompok komunitas, hingga masyarakat di wilayah terpencil dengan cara yang lebih efektif,” jelasnya.
Sementara itu, Robby Ruyudha menekankan bahwa pemanfaatan media digital juga menjadi bentuk transparansi Bawaslu dalam menjalankan fungsi pengawasan. “Dengan keterbukaan informasi melalui kanal digital, masyarakat dapat memantau langsung berbagai kegiatan pengawasan dan ikut terlibat dalam menjaga keadilan pemilu,” ujarnya.
Melalui strategi sosialisasi digital yang kreatif dan partisipatif, Bawaslu Mesuji berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran aktif mereka dalam menjaga integritas pemilu. Langkah ini menjadi bukti komitmen Bawaslu untuk terus berinovasi dalam membangun demokrasi yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.