Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Mesuji Apresiasi Inovasi Literasi Demokrasi Bawaslu RI

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mesuji menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah inovatif Bawaslu Republik Indonesia yang meresmikan Perpustakaan dan Ruang Pertemuan sebagai sarana memperluas literasi demokrasi kepemiluan. Inisiatif tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam membangun budaya literasi dan transparansi pengawasan pemilu di seluruh Indonesia.

Ketua Bawaslu Mesuji, (nama Ketua Bawaslu Mesuji), menyebut langkah Bawaslu RI melalui peresmian perpustakaan daring dan luring menjadi bentuk nyata komitmen lembaga dalam mendorong masyarakat untuk melek demokrasi dan memahami proses kepemiluan secara lebih mendalam.

“Kami di Bawaslu Mesuji sangat mengapresiasi gagasan Bawaslu RI dalam menghadirkan Perpustakaan Bawaslu. Ini bukan hanya wadah ilmu, tetapi juga simbol keterbukaan dan kolaborasi dalam memperkuat demokrasi yang berintegritas,” ujarnya di Mesuji, Jumat (31/1/2025).

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dalam peresmian di Jakarta, Kamis (30/1/2025), menegaskan bahwa Perpustakaan Bawaslu harus dapat diakses seluruh masyarakat, baik secara langsung maupun daring. Melalui fasilitas ini, publik dapat menikmati berbagai karya literasi tentang pengawasan, regulasi, dan proses demokrasi.

“Kita harus menulis karya yang bermanfaat agar literasi demokrasi semakin baik. Harapannya, masyarakat bisa mengaksesnya baik datang ke Bawaslu maupun melalui platform daring,” kata Bagja.

Anggota Bawaslu RI Herwyn JH Malonda menambahkan bahwa perpustakaan ini menjadi penanda bahwa Bawaslu tidak hanya bekerja dalam fungsi pengawasan, tetapi juga berperan aktif menyebarluaskan informasi yang benar dan tepat melalui karya literatur.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Puadi menekankan pentingnya literasi politik dan keterbukaan informasi bagi masyarakat dalam memahami proses demokrasi secara aktif. Ia berharap perpustakaan ini menjadi wadah bagi para pengawas pemilu untuk turut memproduksi pengetahuan yang bermanfaat bagi publik.

Anggota Bawaslu Totok Hariyono dan Lolly Suhenty turut memberikan apresiasi. Totok menyebut buku sebagai “pintu cakrawala” yang membuka pengetahuan tentang pengawasan, penyelesaian sengketa, dan penanganan pelanggaran. Sedangkan Lolly menantang seluruh jajaran Bawaslu provinsi maupun kabupaten/kota untuk menulis karya yang dapat memperkaya koleksi literasi Bawaslu.

“Perpustakaan ini milik kita semua, jadi menjadi tanggung jawab bersama untuk memperkaya literasi yang ada,” ujar Lolly.

Menutup pernyataannya, Ketua Bawaslu Mesuji menyampaikan bahwa pihaknya siap berkontribusi dengan mengembangkan pojok literasi di tingkat kabupaten sebagai bentuk tindak lanjut dari inisiatif Bawaslu RI.

“Kami akan berupaya menumbuhkan semangat menulis di jajaran pengawas pemilu di Mesuji agar budaya literasi kepemiluan terus tumbuh dari pusat hingga daerah,” pungkasnya.

Langkah Bawaslu RI ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh Bawaslu di daerah untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pengawasan dan memperluas akses masyarakat terhadap literasi demokrasi.